- Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol
Awi Setiyono menegaskan sopir pikap bernama Slamet (alm) telah ditetapkan
menjadi tersangka dalam kecelakaan antara truk gandeng dan pick up yang
menewaskan 18 orang di Tongas, Probolinggo, Sabtu (28/12).
"Itulah kesimpulan sementara dari hasil olah TKP yang dipimpin langsung
Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono bersama petugas Korlantas Polri sejak
Sabtu (28/12) malam sampai Minggu (29/12) siang," katanya kepada Antara
per telepon dari Surabaya, Minggu.
Ketika dihubungi dalam perjalanan pulang dari Probolinggo ke Surabaya, ia
menjelaskan olah TKP yang dipimpin Kapolda Jatim itu melibatkan Ditlantas,
Dishub Jatim, dan Labfor Polri Cabang Surabaya.
"Olah TKP itu juga mendapatkan asistensi dari Tim TAA (Traffic Accident
Analisys) Korlantas Polri. Hasil sementara dari olah TKP akhirnya disimpulkan
bahwa penyebab kecelakaan adalah 'human error' atau faktor manusia yang
dilakukan pengemudi pick up," katanya.
Menurut dia, "human error" itu terjadi akibat pengemudi mobil pick up
Nopol B-2625-XCU mengemudikan kendaraan dengan sengaja melanggar rambu markah
garis panjang utuh (tidak putus-putus) sewaktu mendahului kendaraan yang ada di
depannya.
Namun, dalam waktu yang bersamaan ada truk gandeng Nopol P-8568-UL dari arah
berlawanan, sehingga kecelakaan pun tidak terhindarkan. Hingga kini, tercatat
18 korban tewas, 13 korban luka berat, dua korban luka ringan, dan kerugian
material sekitar Rp150 juta.
"Tersangka memang tewas saat kejadian, tapi polisi tetap melakukan
pemberkasan perkara. Kalau pemberkasan sudah selesai, penyidik akan memutuskan
bahwa kasus tidak dapat dilanjutkan karena tersangka meninggal dunia, namun
berkas yang ada tetap menjadi bahan evaluasi dalam bidang lalu lintas,"
katanya.
Sebelumnya, petugas kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Tongas, Agus Sudarsono,
menyebutkan ke-18 korban tewas itu meliputi 15 orang tewas di lokasi kejadian
dan tiga orang tewas di rumah sakit. "Dua dari 18 korban tewas adalah
anak-anak," katanya.
Ke-18 korban tewas adalah Nurhayati (30), Anila (2), Halima (28), Indama (32),
Slamet (40) yang merupakan sopir pikap, Luluk Mukkarromah (30), Mbok Bahrom
(60), Erma (32), Jumaati (32), Leli (30), Sudarmi (40), Sindro (40), Indah (5),
Kasila (40), Soleha (50), Salamah (20), Yayuk (45), dan Kasih (40).
Hingga kini, belasan jenazah korban kecelakaan itu sudah diambil keluarganya
dari rumah sakit untuk dimakamkan di kampung halamannya.